Beranda > Tulang > Kombinasi obat baik untuk melawan osteoporosis

Kombinasi obat baik untuk melawan osteoporosis

Oktober 17, 2009

Hasil penelitian terbaru menjelaskan bahwa penderita osteoporosis yang sudah parah dapat diberi kombinasi obat dan memberi hasil yang efektif.

Suatu penelitian menemukan bahwa penggunaan hormon parathyroid selama kurun waktu tiga bulan diduga efektif memberikan kekuatan pada kualitas tulang.
Suatu penelitian kedua mendapatkan bahwa kepadatan tulang yang dapat dicapai setelah pemberian hormon parathyroid dapat hilang lagi bila pada pemberiannya tidak disertai dengan pemberian alendronate atau bisphophonate.
Kedua penelitian diatas dibuktikan terhadap pasien dengan kasus osteoporosis lanjut dan telah dipublikasikan pada new England Journal of Medicine, 11 Agustus 2005.

Kombinasi dari dua obat yang harganya sangat mahal ini diberikan sebagai terapi terbaik bagi pasien yang sudah menderita osteoporosis lanjut dan sudah tidak dapat diobati dengan obat lain, kata Dr. Steven R. Goldstein, seorang profesor obstetri dan ginekologi dari new York University School of Medicine.

Dilaporkan dalam suatu jurnal, lima obat yang sudah diakui dapat dgunakan untuk terapi atau pencegahan osteoporosis di US dalam dekade belakangan ini. Obat-obat tersebut dibagi dalam dua kategori yaitu obat yang bekerja menekan perubahan bentuk tulang (seperti alendronate) dan obat yang merangsang formasi tulang (seperti parathyroid hormon), dimana masing-masing kelompok obat itu dapat menekan terjadinya fraktur. Namun sampai sekarang tidak jelas bagaimana cara mereka bekerja sama.

Para ahli pada penelitian pertamanya mencoba parathyroid hormon apakah dapat bekerja dengan lebih baik pada wanita yang telah diberi terapi lain dan apakah cyclic terapi lebih efektif untuk formasi tulang.

Sebanyak 126 wanita yang menderita osteoporosis lanjut yang sudah diberi alendronate selama tiga tahun atau lebih, secara random dilakukan penilaian terus terhadap penggunaan tunggal alendronate, alendronate plus parathyroid hormon atau pemberian kombinasi setiap hari selama tiga bulan.
Terapi cyclic adalah terapi yang rasional namun kita membutuhkan tes untuk kasus yang lanjut. Bila dalam tes tersebut ternyata ditemui kasus yang sudah lanjut, ini artinya efek yang akan diterima pasien pun hanya sedikit.

Hasil studi juga menjelaskan bahwa, setiap pasien yang sudah menggunakan alendronate dalam waktu lama, parathyroid hormon dapat bekerja. Data X-ray menyimpulkan bahwa parathyroid hormon dapat menekan risiko terjadinya fraktur vertebra lebih lanjut tetapi hasilnya secara statistik tidak signifikan. Kemungkinan peningkatan dari kepadatan tulang dihubungkan dengan kekuatan tulang dan fraktur tulang, Dr. Felicia Cosman seorang peneliti dari Hayes Hospital, New York.

hasil yang didapatkan dari penelitian kedua menjelaskan bahwa terapi alendronate yang diberikan setelah terapi parathyroid hormon mengalami peningkatan yang signifikan terhadap kepadatan tulang. Bila alendronate tidak diberikan, peningkatan kepadatan tulang dengan cepat akan hilang.

Ahli lain menekankan bahwa kunci dari osteoporosis adalah terapi pada awal saat penderita mengalaminya di fase awal dari sakitnya, atau mungkin dapat dilakukan sebelum penyakitnya berkembang menjadi lebih parah.

Biasanya saat penyakitnya sudah menjadi parah, pasien baru memeriksakan kesehatannya kepada spesialis tulang, Goldstein mengatakan.
(idionline/KalbeFarma)

%d blogger menyukai ini: