Beranda > Tanaman Obat > Khasiat Tanaman Kecubung

Khasiat Tanaman Kecubung

September 9, 2009

KECUBUNG biasa ditanam sebagai tanaman hias di negeri Eropa, terutama negeri Belanda. Tanaman ini termasuk keluarga Solanaceae, sekerabat dengan terung dan kentang. Kecubung biasanya berbunga putih dan ungu, namun hibridanya berbunga aneka warna. Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad kesepuluh.

Sebenarnya jenis tanaman kecubung yang dapat dimanfaatkan sebagai obat sangat banyak, di antaranya Datura Stramonium, Datura tatura, dan Brugmansia suaviolens, namun daya khasiat berbeda-beda.

Kecubung berbunga putih di antaranya adalah Atura foscuosa sinonim dengan Datura alba, dan Datura foscuosa var alba. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Sedangkan Datura stramonium berasal dari Amerika Tropik.

Hampir seluruh bagian tanaman kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat. Hal ini disebabkan seluruh bagiannya mengandung alkaoida astropin seperti pada tanaman Atropa belladona serta Hyosciamin dan Scopolamin.

Ketiga alkaloida ini bersifat antikolinergik. Sampai saat ini digunakan oleh industri farmasi sebagai sumber utama hyosciamin yang berkhasiat memberi efek menenangkan kejang-kejang, khususnya perut. Daunnya mengandung hyasciamin dan scopolamin yang berkhasiat mengobati asma, encok (linu tulang) dan penyakit kulit. 

Obat kolera

Penyakit kolera diakibatkan oleh serangan basil Vibrio cholerare asiaticeae atau Vibrio komma. Basil ini terutama menyerang usus dan ia masuk melalui makanan. Akibatnya perut sering mengalami kejang-kejang.

Penyakit ini mudah menular melalui alat pencernaan. Seringkali lalat menjadi biang penularan kolera. Gejalanya, muka pucat dan badan semakin kurus.

Untuk mengobati dengan menggunakan kecubung, sediakan akar kecubung yang berbunga ungu, kurang lebih satu jari. Akarnya dicuci dengan air bersih, dipotong-potong, kemudian direbus dengan dua gelas air bersih.

Didihkan air hingga tinggal setengahnya, setelah diangkat dan didinginkan, disaring dan minum dua kali dalam satu hari dengan takaran dua sendok makan. Untuk mengurangi rasa pahit, boleh ditambahkan madu murni secukupnya.

Untuk proses penyembuhan kolera cukup dengan meminum rebusan akarnya, hal ini karena alkaloida pada akar lebih rendah daripada dalam daun dan bunganya. Alkaloida atropin, Hyosiciamin dan Scopolamin selain memberikan efek menenangkan kejang-kejang, juga mampu melepaskan senyawa yang beredar dalam tubuh kita, sebagai penghubung urat saraf.

Ternyata ketiga zat berkhasiat tadi yang berasa pahit itu bersifat racun cespleng bagi kolera, dari itu, baik basil vibrio cholerae atau Vibrio komma dapat dilumpuhkan. Namun perlu diketahui, kecubung ini mengandung racun, sehingga dalam penggunaannya harus hati-hati. 

Pengobatan eksim

Untuk pengobatan eksim dengan kecubung, kita ambil daun kecubung kemudian tumbuk sampai halus. Campur dengan minyak kelapa yang bersih lalu dipanaskan sampai mendidih, oleskan dalam keadaan hangat pada bagian yang terserang eksim, lakukan beberapa kali dalam sehari, ulangi hingga sembuh. 

Obat diare dan asma

Sama halnya dengan kolera, namun untuk pengobatan diare cukup dengan meminum air rebusan akarnya saja. Sedangkan untuk penyakit asma (sesak napas atau disebut dengan bengek), sebelumnya air rebusan akar kecubung dapat ditambahkan terlebih dahulu dengan jahe.

Dengan menggunakan kecubung kita dapat menggali kembali obat-obat tradisional lainnya, sehingga lebih mudah dan murah dalam pengobatan penyakit. Tak ada salahnya untuk memulai dengan menanam tanaman obat-obatan di sekitar pekarangan atau halaman kita yang masih dapat dimanfaatkan penggunaannya.*** (Asep Candra Abdillah, penulis pemerhati masalah kesehatan).

%d blogger menyukai ini: