Beranda > Tips > Bila anda adalah penderita alergi,

Bila anda adalah penderita alergi,

Agustus 27, 2009

anda tentu sudah tahu betapa menjengkelkannya bila anda harus selalu bersiap-siap untuk
terkena serangan alergi (yang anda sendiri belum tentu tahu penyebabnya).

Banyak penderita alergi yang mencoba berbagai macam obat tapi tidak juga membawa hasil yang menggembirakan dan ingin tahu apakah vitamin C dan bee pollen (serbuk tawon) memang ampuh untuk dipakai.

Sejak tahun 1960-an obat tambahan dan alternatif semakin populer untuk mengurangi bahkan menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk alergi dan asma. Akan tetapi, obat ini tampaknya lebih populer bagi pasien> ketimbang dokter, yang mempertanyakan seberapa jauh manfaat dari obat-obat tersebut.

Contohnya vitamin. Ara der DerMarderosian, PhD, dosen farmakognosi diUniversity of The Sciences of Philadelphia, yang menjadi penasihat kesehatan lengkap untuk Complementary & Alternative Medicine Center, mengatakan sampai batas tertentu vitamin dapat membantu memperlambat atau mengurangi gejala alergi atau asma. "Obat ini mungkin memberikan sedikit manfaat, tetapi anda tidak akan menemukan banyak literatur medis yang dapat membuktikannya," katanya.

Banyak obat alami untuk alergi dan asma dapat ditemukan di toko-toko swalayan di
lingkungan anda. Misalnya, strawberry, blueberry, raspberry, blackberry, dan cranberry yang semuanya mengandung quersetin (mirip dengan vitamin C), dan bertindak sebagai anti histamin dan anti-radang, demikian menurut DerMarderosian. Selain itu, kafein dalam kopi dapat bertindak sebagai bronkodilator (yang melebarkan saluran nafas bronkus) dan membantu mencegah serangan asma, demikian menurut DerMarderosian. Juga, ikan dimana mengandung asam lemak omega-3, yang dapat mengurangi gejala asma.

Akan tetapi, sekalipun obat-obatan ini adalah obat alami, dokter tetap menganjurkan agar
penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati. Pertama, mereka menunjuk pada kurangnya bukti ilmiah untuk mendukung beberapa pendapat kesehatan tentang obat ini. Kedua, tidak ada efek samping yang betul-betul dikenali dengan jelas. Ketiga, beberapa di antaranya mungkin> akan mengalami interaksi negatif dengan obat tertentu. "Hanya karena disebut obat alami, tidak berarti obat tersebut tidak merugikan," kata Warren V. Filley, MD, seorang pakar alergi yang membuka praktik pribadi di Oklahoma City dan dosen klinis obat-obatan di> University of Oklahoma. Dibawah ini adalah daftar obat alami yang umumnya dianjurkan untuk> alergi> dan asma dan apa yang dikatakan para ahli tentang obat tersebut. Serbuk lebah madu (bee pollen). Orang yakin bahwa serbuk lebah madu merangsang sistem imunitas untuk menghasilkan antibodi guna menurunkan reaksi alergi. Filley mengatakan pollen lebah dan royal jelly, yang pada dasarnya merupakan produk lebah, sama sekali tidak membantu menyembuhkan alergi. "Sebagai aturan umum, kebanyakan tanaman yang diserbukkan oleh serangga tidak menyebabkan banyak alergi.
Kebanyakan penyebab alergi adalah tanaman yang diserbukkan angin, bukan oleh serangga," kata Filley. Selain itu, dia mengatakan sudah ada kasus orang yang mengalami reaksi alergi yang parah akhirnya mengalami shock anafilaktik karena serbuk lebah.

Akan tetapi, Robert S. Ivker, DO, penulis "Sinus Survival, The Holistic Medical Treatment for Allergies, Asthma, Bronchitis, Colds, and Sinusitis" (1995, G.P. Putnam's Sons, NY) mencatat bahwa propolis lebah, yang merupakan sesuatu yang diambil dari tubuh lebah "yang bukan serbuk lebah" kelihatannya mempertinggi fungsi imunitas. Propolis lebah dijual dalam bentuk cairan dan kapsul, demikian menurut Ivker, yang bekerja sebagai dosen klinis di fakultas Family Medicine dan otolaringologi di University of Colorado School of Medicine.
Vitamin. Vitamin - khususnya A, C, dan E - telah terbukti membantu mencegah zat yang menyebabkan peradangan akibat alergi dan asma, dan vitamin B kompleks dapat membantu merangsang sistem imunitas dan mengurangi peradangan dalam paru-paru.

Para pakar berkata bahwa tidak ada salahnya menggunakan vitamin ini meskipun hanya akan
efektif dalam jumlah besar - sesuatu yang dicemaskan> oleh beberapa dokter. Sebuah panel pakar Institute of Medicine bulan April lalu mengingatkan orang tentang penggunaan dosis berlebihan anti oksidan,  seperti vitamin C, vitamin E, selenium dan beta-karoten karena kemungkinan efek sampingnya yang merugikan. Misalnya, dosis berlebihan vitamin C (3.000 mg ke atas), khususnya dengan asam askorbat murni, dapat menyebabkan diare, gas di saluran
pencernaan, dan kram. DerMarderosian mengatakan, lebih baik menggunakan dua atau> tiga> dosis yang lebih kecil (sekitar 60 miligram) vitamin C beberapa kali per hari, ketimbang dosis yang lebih tinggi sekaligus. "Hal itu begitu aman bagi sebagian besar orang, sehingga anda bisa saja> memberikan dosis tinggi kepada beberapa orang, tetapi anda tidak bisa merekomendasikannya untuk setiap orang," katanya. "Jadi sulit mengatakan, apa yang aman atau apa yang beracun/toksik." Baik DerMarderosian dan Ivker setuju bahwa makan buah dan sayuran, seperti cabe merah dan hijau, brokoli, dan jeruk merupakan cara paling efektif untuk mendapatkan vitamin C. "Kalau anda ingin mendapatkan vitamin C," kata DerMarderosian, "makanlah sebuah jeruk. Langsung mengkonsumsi pil ajaib mungkin bukanlah cara yang tepat." Licorice (Glycyrrhiza glabra). Licorice dapat bertindak sebagai> anti-radang mirip dengan
kortikosteroid, tetapi efek sampingnya jauh> lebih kecil. Licorice dapat menyebabkan tertahannya air dan sodium/natrium dan menyebabkan hilangnya potasium/kalium, jadi sebaiknya tidak dimakan lebih dari sebulan tanpa pengawasan dokter. Menurut Filley, dalam jumlah besar zat ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan memperparah penyakit tiroid, ginjal, lever atau jantung. Efedra Cina (MaHuang). Bahan aktif utama ma huang adalah efedrin, yang merupakan bahan baku pengobatan medis standar asma di Amerika Serikat selama
puluhan tahun. Efedrin, yang merelaksasi (melemaskan) otot bronkial, masih tersedia dalam bentuk obat bebas untuk sumbatan saluran nafas (berupa semprotan atau jelly) dan dalam kapsul dengan atau tanpa resep sebagai bronkodilator (melebarkan saluran nafas bronkus).
Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika telah mengusulkan batas tingkat efedrin dalam suplemen dan mengingatkan pemasangan label yang menganjurkan agar produk efedrin tidak digunakan lebih dari tujuh hari. "Efedra bukan obat yang baik," kata Filley , dan
menekankan bahwa obat ini terkait dengan semua jenis efek merugikan, termasuk tekanan darah tinggi, kejang, dan jantung berdebar-debar, dan kalau terlalu banyak atau> disalahgunakan obat
ini dapat menyebabkan kematian. Asam lemak Omega-3. Asam yang ditemukan dalam minyak ikan ini dipercaya> bertindak sebagai anti- radang alami, yang dapat bermanfaat untuk menyembuhkan asma. Menurut Ivker, minyak ikan dapat menurunkan serangan asma. Asam lemak ini ditemukan dalam ikan berdaging gelap seperti salmon dan tuna. Kalau anda teratur makan ikan, Ivker menganjurkan menggunakan 6 gram minyak ikan per hari, dan sampai 12 gram per hari bagi orang yang tidak makan ikan.  Penderita asma yang sensitif terhadap aspirin
sebaiknya tidak menggunakan omega-3 karena kepekaannya akan semakin menjadi-jadi, demikian menurut Ivker. Akan tetapi, karena belum ada fakta yang kuat tentang hal ini, banyak dokter mengatakan bahwa ada beberapa "ramuan rumah" yang masuk akal dan dapat digunakan
penderita alergi dan asma untuk mengurangi gejala> penyakitnya. "Ada obat rumah, beberapa diantaranya tidak perlu biaya apapun namun dapat sangat membantu," kata Filley, "dan obat ini tidak akan mengganggu tekanan darah anda. Sumber : Satumed.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Khawatir Alergi Obat

SAYA direncanakan menjalani operasi lipoma di kaki, minggu depan. Menurut dokter operasi tersebut hanya merupakan operasi ringan, namun karena lipomanya besar diperlukan anestesi umum. Saya adalah penderita alergi. Di samping menderita asma saya juga alergi obat. Saya tidak tahan obat penghilang nyeri yang bernama antalgin. Sekitar dua tahun lalu, saya menggunakan obat tersebut dan muka serta bibir saya menjadi bengkak. Kelopak mata juga bengkak dan di seluruh badan timbul kemerahan dan gatal. Untung saya cepat ke dokter. Saya mendapat suntikan dua macam dan tablet alergi. Dalam 24 jam gejala tersebut sudah hilang, namun saya tidak diperbolehkan lagi mengonsumsi obat serupa. Bahkan, saya dibekali surat keterangan alergi terhadap obat tersebut agar kejadian serupa tak terulang. Syukurlah setelah itu saya tidak pernah mengalami alergi obat lagi. Istri saya agak khawatir mengenai operasi yang akan saya hadapi. Dia khawatir peristiwa alergi obat akan terulang lagi karena sesudah operasi tentu saya memerlukan obat penghilang nyeri dan juga antibiotik. Dapatkah saya menjalani tes alergi obat sehingga saya dapat mengetahui obat apa yang tak boleh saya minum? Saya juga ingin mengetahui persiapan untuk operasi bagi penderita asma. Selama ini saya memakai obat asma hirupan. Apakah obat tersebut dapat saya teruskan menjelang operasi nanti? Bagaimana mengetahui bahwa asma saya dalam kondisi baik sehingga tak mengganggu jika saya dioperasi nanti? Apakah operasi dengan anestesi umum dapat mempengaruhi asma saya? Saya sekarang berumur 32 tahun dan istri 28 tahun. Kami sudah menikah satu setengah tahun dan sedang merencanakan untuk punya anak dalam waktu dekat ini. Karena saya penderita asma, apakah anak saya akan berisiko menderita asma? Terima kasih atas penjelasan dokter.”

(Bustaman, Bogor) 

 

Jawab: 

MACAM obat penghilang nyeri cukup banyak sehingga Anda tak perlu khawatir. Jika alergi terhadap salah satu macam obat penghilang nyeri, maka Anda dapat menggunakan macam obat lain.

 

Karena itulah penting mengetahui riwayat obat yang pernah Anda gunakan. 

Dokter akan memilih obat penghilang nyeri (selain antalgin) dan salah satu dari antibiotika yang selama ini pernah Anda gunakan. Alergi obat dapat saja terjadi, namun pada umumnya seseorang hanya alergi terhadap beberapa macam obat saja. Padahal, tersedia ribuan macam obat sehingga dokter dapat mencarikan obat lain. 

Pada keadaan khusus jika obat yang menimbulkan alergi tak dapat diganti-misalnya insulin untuk pengobatan diabetes melitus-maka pemberian obat dilakukan sedikit demi sedikit sampai tercapai dosis yang diinginkan. 

Berlainan dengan anggapan masyarakat, sebenarnya peran tes alergi pada alergi obat amat terbatas. Hanya sedikit obat yang dapat dites dengan menyuntikkannya ke dalam kulit di daerah lengan. Riwayat penggunaan obat lebih berguna daripada tes kulit tersebut. 

Dengan demikian perlu dibiasakan untuk mencatat obat-obat yang pernah digunakan atau dapat juga Anda menyimpan fotokopi resep agar dokter yang akan menentukan obat dapat memilih obat yang selama ini digunakan secara aman. 

Keadaan asma Anda dapat dinilai dari keadaan klinis berupa keluhan yang Anda rasakan dan secara lebih obyektif dengan mengukur fungsi paru dengan alat spirometer. Dengan alat tersebut secara tidak langsung dinilai apakah masih ada penyempitan pada pipa saluran napas Anda. 

Anestesi umum pada keadaan asma yang terkontrol baik biasanya tidak menimbulkan masalah. Obat Asma hirupan dapat Anda teruskan. Jika perlu dokter mungkin akan menambah obat lain untuk asma Anda sebelum dan sesudah operasi. 

Mengenai risiko anak mengalami alergi, risiko itu memang lebih tinggi jika orangtuanya penderita alergi dibanding anak dengan orangtua tanpa ada yang alergi. Untuk asma pengaruh ibu lebih penting daripada ayah. 

Namun, Anda tak perlu khawatir karena sekarang tersedia cara-cara agar risiko alergi pada anak Anda mengecil. Patut diingat selain faktor keturunan juga diperlukan faktor lingkungan untuk timbulnya asma. Faktor lingkungan itulah yang harus dijaga. Misalnya, Anda atau istri tak merokok pada waktu istri hamil. Juga tersedia cara pencegahan lain yang dapat Anda diskusikan kelak dengan dokter keluarga Anda. 

Mudah-mudahan operasi Anda berhasil baik dan Anda sekeluarga akan dapat momongan seperti yang dicita-citakan.*

%d blogger menyukai ini: