Beranda > Stroke > 6 Tips Meredam Hipertensi

6 Tips Meredam Hipertensi

Terkadang kita membayangkan penderita hipertensi adalah orang yang 
suka marah-marah atau setidaknya mudah marah. Ternyata tidak seperti 
itu, banyak penderita yang tidak tampak secara fisik namun ternyata 
mengidap hipertensi.

Penderita yang datang ke dokter umumnya kondisinya sudah parah, karena 
tidak tahu dirinya mengidap hipertensi. Secara medik, Tekanan darah 
14./90 (sistolik/diastolik) mm Hg atau lebih, menandakan kita mengidap 
hipertensi. Tekanan darah yang sehat adalah 120/80 mm Hg. Jika tekanan 
darah antara 120/80 mm Hg dan 139/89 mm Hg, beresiko dua kali lipat 
berkembang menjadi hipertensi.

Penderita usia muda (di bawah 30 tahun) umumnya mengidap hipertensi 
sekunder, yang penyebabnya sudah diketahui pasti. Seperti minum pil 
KB, gangguan fungsi ginjal, gangguan keseimbangan hormon. Hipertensi 
yang muncul bersamaan dengan meningkatnya usia, stres, dan faktor 
keturunan, lazim disebut hipertensi primer. 

Pengidapnya biasanya berusia tengah baya (30-50 tahun). Sembilan puluh 
persen pengidap hipertensi termasuk kategori ini. Perilaku buruk, 
seperti merokok, kurang berolahraga, suka makanan asin dan fast food, 
makan dengan kalori berlebihan, dan kegemukan, memberi andil terhadap 
munculnya hipertensi.

Nah, berikut anjuran ringkas menangkal dan meredakan hipertensi.

Santap buah segar 20-30 menit sebelum makan. Kunyah buah secara 
perlahan. Minum jus buah perlahan, seteguk demi seteguk, tidak 
dihabiskan sekaligus. Buah banyak mengandung air, serat dan senyawa 
antioksidan betakaroten, likopen, klorofil, vitamin C, yang mampu 
meredam kenaikan tekanan darah.

Jangan lupakan tempe! Enzim protease yang dihasilkan ragi selama 
pemeraman kedelai akan menguraikan protein kedelain menjadi asam-asam 
amino. Sebagian dari asam-asam amino tersebut (5-10 asam amino) 
bekerja sama menghambat kerja angiotensin-1 covertting enzyme (ACE), 
sumber pemicu naiknya tekanan darah.

Batasi garam dan "garam" Jangan royal menggunakan garam dan 
mengkonsumsi makanan asin. Batasi makanan mengandung garam natrium, 
diantaranya makanan olahan (corned beef, ikan kalengan, lauk/sayur 
instant), saus botolan (saus cabai, saus tomat, kecap), makanan instan 
(mi, lauk instant), cake dan kue kering yang dibubuhi soda kue/baking 
powder seperti biskuit.

Turunkan berat badan jika kegemukan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih 
dari 25 menandakan kita kelebihan berat badan. Jika sudah melebihi 30, 
kita kegemukan, Untuk menghitung IMT: bagi berat badan (kilogram) 
dengan kuadrat tinggi badan (meter). Contoh: tinggi 170 cm, berat 72 
kg, maka IMT= 72:(1,70)2 = 25.

Meditasi Dalam journak of Personality and Social Psychology, 57: 1989 
disebutkan sekelompok pasien hipertensi dan prehipertensi diteliti 
dengan membaginya secara acak menjadi dua kelompok. Satu kelompok 
dibimbing bermeditasi, sisanya dibebaskan bersantai sesuai minat 
masing-masing. Setelah 3 bulan, kelompok meditasi mengalami penurunan 
tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing 10,6 dan 5,9 mm 
Hgm, sedangkan kelompok bersantai hanya 4,0 dan 2,1 mm Hg.

Olahraga Berlatih olahraga isotonik, seperti jalan kaki, jogging, 
berenang, dapat meredam hipertensi. Olahraga isotonik mampu 
menyusutkan hormon noradrenalin dan hormon-hormon lain penyebab 
menciutnya pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan naiknya tekanan 
darah,. Hindari olahraga isometrik, seperti angkat beban, karena 
justru dapat menaikkan tekanan darah.

Silahkan pilih tips yang sesuai dengan kondisi anda. Jagalah kesehatan 
anda dan keluarga.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: