Beranda > Tak Berkategori > Hindari Obat Flu dengan PPA Lebih 15 Mg

Hindari Obat Flu dengan PPA Lebih 15 Mg

Batas waktu penarikan obat flu dan batuk dengan kandungan phenylpropanolamine (PPA) lebih dari 15 mg sudah terlampaui. Para produsen obat flu dan batuk harus segera menarik produk yang tidak sesuai dari pasaran, termasuk di kios-kios daerah terpencil. Jika tidak, nomor registrasi mereka akan dibekukan. Dalam kaitan itu, para konsumen diimbau untuk tidak membeli atau menggunakan obat flu dan batuk yang kadar PPA-nya melebihi 15 mg. Demikian Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Drs Sampurno MBA, Senin (30/4), di Jakarta.

 

Di Indonesia beredar lebih dari 200 nama dagang (merek) obat flu dan batuk dari 79 produsen. Sebanyak 117 produk mengandung PPA kurang atau sama dengan 15 mg, 65 produk mengandung PPA lebih dari 15 mg, 47 produk kadar PPA-nya telah diturunkan atau diganti dengan pseudoefedrin, dan 18 lainnya tidak diproduksi lagi.

 

Data Badan POM menunjukkan, per 30 April 2001 sebagian besar apotek dan rumah sakit di Indonesia sudah tidak menyediakan obat flu dan batuk dengan kadar PPA lebih dari 15 mg. Namun, sebagian toko obat dan warung masih menjual produk itu.

Sejauh ini ada 47 merek obat dengan PPA lebih dari 15 mg yang ditarik dari peredaran, dengan rincian 75.998.970 tablet, 1.294.300 kapsul, dan 1.341.194 liter sirup.

 

Masalah PPA mengemuka pada November tahun lalu saat Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (US-FDA) mengumumkan bahwa PPA tidak lagi digolongkan sebagai obat yang aman dan efektif, karena berkaitan dengan kejadian stroke atau perdarahan otak. Oleh karena itu, FDA mengimbau produsen obat yang mengandung PPA-baik sebagai obat flu dan batuk maupun obat pelangsing-untuk menarik produk dari pasaran dan menggantikan dengan zat aktif lain.
Kadar diturunkan

 

Indonesia, dalam hal ini Direktorat Jenderal POM, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (kini Badan POM -Red), berdasarkan keputusan rapat Komisi Nasional Penilai Obat Jadi (Komnas POJ), 5 Desember 2000, tetap mengizinkan penggunaan PPA sebagai bahan aktif obat flu dan batuk. Namun, dosis maksimal per takaran dikurangi dari 25 mg menjadi 15 mg, dan dosis maksimal per hari 60 mg. Selain itu, pada kemasan harus dicantumkan peringatan yang jelas. (Kompas, 6/12/2000)

Para pakar farmakologi, farmasi, dan kedokteran medik dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam Komisi Nasional (Komnas) POJ berpendapat, studi yang dilakukan Universitas Yale yang mengaitkan kejadian perdarahan otak dengan PPA cukup akurat.

 

Menimbang data studi itu bahwa nilai Odds Ratio (CR)-parameter untuk menghitung risiko dan keamanan obat-dosis PPA di bawah 75 mg per hari adalah 1,01. Artinya, risiko kejadian efek samping penggunaan obat ber-PPA sama dengan tanpa penggunaan PPA, juga penelitian lain mengenai PPA yang dilakukan Iwan Darmansjah dan kawan-kawan tahun 1990, yang menunjukkan bahwa PPA 15 mg sudah memberikan efek terapi, maka PPA masih diizinkan untuk digunakan.

 

Batas waktu yang ditetapkan POM bagi produsen untuk menarik obat flu dan batuk ber-PPA 25 mg dan menggantikan dengan PPA 15 mg itu adalah empat bulan sejak tanggal 8 Desember 2000. Artinya, 8 April 2001 lalu seharusnya obat dengan PPA 25 mg sudah tak ada lagi di pasaran. Pekan lalu Sampurno mengumpulkan para produsen dan meminta mereka segera menarik produk tersebut dari pasaran.

 

“Dengan mempertimbangkan kesulitan lapangan, apalagi untuk menarik obat di daerah terpencil, diharapkan tanggal 8 Mei 2001 obat dengan PPA lebih dari 15 mg sudah total ditarik dari peredaran. Jika tidak, nomor registrasi produk akan dibekukan,” kata Sampurno mengingatkan.

Kategori:Tak Berkategori Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: