Beranda > Ginjal > Batu ginjal

Batu ginjal

Siapa yang tidak pernah mendengar mengenai batu ginjal? Mungkin tidak ada. Batu ginjal adalah salah satu penyakit yang sangat populer dan dikenal dalam masyarakat. Bila orang mengeluh sakit hebat pada daerah pinggang, maka sebagian orang langsung menunjuk batu ginjal sebagai penyebabnya. Populernya penyakit ini memang sebanding dengan rasa nyeri hebat yang ditimbulkannya. Bahkan ada yang mengatakan rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal lebih sakit dibandingkan saat melahirkan.

Rasa sakit yang ditimbulkan oleh batu ginjal seringkali cukup khas. Rasa sakit tersebut menjalar dari pinggang sampai ke bawah mengikuti perjalanan saluran kemih kita.

Batu ginjal juga merupakan salah satu sebab utama terjadinya gagal ginjal kronik (GGK) di Indonesia. Data ini memang cukup unik mengingat data di negara lain umumnya tidak menempatkan penyakit ini sebagai penyebab utama GGK.

Batu ginjal pun punya kecenderungan berhubungan dengan faktor keluarga. Bila orang tua atau saudara kita menderita batu ginjal, kecenderungan kita untuk juga menderita batu ginjal lebih besar.

 

Apa sih batu ginjal itu?
Seperti nama yang disandangnya, batu ginjal memang merupakan kristal yang terlihat seperti batu dan terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi ?batu?.

 

Apa gejala dari batu ginjal?
Kalau masih dini, orang sering tidak menyadari bahwa ia menderita penyakit batu ginjal. Tidak ada gejala apapun yang ia rasakan Tapi begitu terjadi serangan, orang bisa jatuh berguling-guling karenanya. Serangan yang hebat ditandai oleh nyeri yang tajam dan hebat, biasanya menjalar dari daerah pinggang sampai ke lipat paha. Hal tersebut umumnya terjadi saat batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih. Akibatnya aliran air seni pun terhambat.

 

Ringan atau hebatnya rasa sakit yang terjadi tidak terkait langsung dari besar batu ginjal yang ada. Faktor yang menentukan adalah derajat sumbatan yang terjadi. Saat sumbatan terjadi, saluran kemih kita (yang mirip selang) akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengapa Batu ginjal Bisa Terbentuk?

 

Sering mendengar anjuran banyak minum? Itulah penyebabnya. Air seni kita banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.?

Beberapa jenis makanan dan obat bisa mempermudah terjadinya batu ginjal. Karena itu berhati-hatilah dalam memilih makanan. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh menyantap makanan tersebut. Tapi makanlah secukupnya. Bila tidak, tanggung sendiri deh akibatnya.

Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis bisa mendasari terjadinya batu ginjal, misalnya hiperkalsiuria dan hiperparatiroid. Hiperkalsiuria adalah keadaan dimana seseorang menyerap lebih banyak kalsium dari asupan makanannnya dan lebih banyak mengeluarkan kalsium dari urin. Hiperparatiroid adalah kelainan hormonal dimana hormon yang mengatur metabolisme kalsium dihasilkan dalam jumlah berlebih. Akibatnya kalsium dalam darah meningkat dan ekskresi kalsium melalui urin pun bisa meningkat.

 

Jadi, batu ginjal banyak bentuknya dong?
Betul. Antara lain batu kalsium, batu urat dan batu oksalat. Yang paling sering adalah batu kalsium. Salah satu cara untuk membedakannya adalah dengan menentukan komposisi kimiawi dalam urin yang dikumpulkan selama 24 jam. Tapi cara ini baru berhasil baik bila pada hari-hari menjelang pemeriksaan pasien menyantap makanan yang memang dia makan sehari-hari. Selain itu, tidak boleh ada satu kali pun saat berkemih yang luput dari pengambilan.

Bila secara kebetulan Anda mendapatkan batu yang keluar saat berkemih, ambillah batu itu dan bawa ke dokter.? Analisa dari batu yang Anda bawa bisa menunjukkan jenis batu ginjal yang Anda alami.

 

Kalau begitu, boleh tidak minum suplementasi kalsium dari luar?
Ini pertanyaan yang sulit. Sepanjang Anda tidak menderita batu ginjal khususnya batu kalsium rasanya tidak menjadi masalah. Kalsium pun sangat kita butuhkan. Selain itu, mengurangi jumlah kalsium yang kita makan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya batu oksalat.

 

Kalsium dan oksalat saling berikatan dengan kuat dan dapat membentuk formasi batu yang sangat keras. Tapi oksalat mempunyai kemampuan lebih dalam membentuk batu ginjal. Karena itu, bila kalsium berkurang, oksalat akan lebih diserap oleh tubuh. Akibatnya, risiko terjadinya batu oksalat meningkat.

 

Mungkin jalan tengahnya adalah minum suplementasi kalsium bila memang dibutuhkan. Bila tidak, lebih baik pertimbangkan kembali keinginan Anda. Kalsium yang diperoleh dari makanan dan susu umumnya sudah mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda. Sekali lagi prinsip keseimbangan harus kita ingat, jangan kurang dan jangan pula berlebihan.

 

Contoh lain adalah pengurangan konsumsi daging untuk menurunkan risiko terjadinya batu urat. Dengan berkurangnya konsumsi daging, kita cenderung untuk memperbanyak buah dan sayur. Akibatnya, risiko terjadinya batu oksalat akan meningkat.

 

 

Bagaimana Cara Mengatasi Batu ginjal?

 

Tenang dulu. Nyeri yang dialami (walaupun hebat) umumnya akan hilang dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Selain itu, sebagian besar batu ginjal akan keluar dengan sendirinya. Tentu saja hal ini sangat tergantung dari besar batu yang Anda ?koleksi?. Kalau kecil (kurang dari 4 mm), umumnya batu akan lolos dengan mudah. Kalau besar, tentu lain ceritanya.

Pada batu yang besar atau batu yang menimbulkan gangguan lebih dari 24 jam, tindakan bedah perlu dipertimbangkan. Cara lain yang sudah cukup terkenal adalah pemakaian ESWL (extracorporeal shockwave lithotripsy). Prinsipnya adalah menghancurkan batu menjadi kepingan-kepingan kecil dengan memusatkan energi gelombang tepat pada batu. Hancurnya batu menjadi kepingan kecil diharapkan dapat mempermudah pengeluaran batu dari saluran kemih. Tindakan ini cukup nyaman karena dilakukan dari luar tubuh.

Pada sebagian kasus, batu harus diambil atau dihancurkan dengan memakai alat ureteroskopi. Tindakan yang? harus dilakukan oleh seorang dokter ahli ini mempergunakan sebuah ?teleskop? yang panjang dan lentur.

 

Apakah penyakit saya bisa kambuh kembali?
Sayangnya ya. Bahkan sebagian besar dari penderita akan mengalami kekambuhan. Banyak faktor yang mempengaruhi kekambuhan tersebut seperti umur, jenis kelamin dan penyakit atau keadaan yang mendasarinya.

 

Aduh, bagaimana dong cara mencegahnya?
Banyak minum. itu kunci pertama. Jangan menahan kencing, itu kunci kedua. Bila sudah terasa, luangkan waktu sebentar untuk ke toilet. Menunda hanya akan membuat Anda menderita baik pada saat sekarang maupun nantinya.

 

Selain kedua hal di atas, masih ada hal lain yang bisa Anda lakukan. Minum jus lemon (asal yang asli) merupakan hal yang dapat membantu mencegah terjadinya batu ginjal. Jus lemon mengandung sitrat yang baik untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

Kurangi garam. Garam dapat menahan cairan dalam tubuh. Selain itu kalsium akan lebih banyak dikeluarkan melalui urin bila asupan garam Anda berlebihan.

 

Selain hal-hal yang berlaku umum seperti di atas, pencegahan terjadinya kekambuhan batu ginjal juga tergantung dari jenis batu ginjal yang Anda alami. Bila jenis batu ginjal Anda adalah batu urat, konsumsi protein hewani perlu Anda kurangi. Bila batu oksalat yang ada, kurangi asupan bahan makanan yang mengandung oksalat tinggi, seperti coklat, kopi, kacang-kacangan, dan juga sayuran berdaun hijau.

 

Sekali lagi anjuran yang ada adalah kurangi dan bukan hentikan. Anda boleh saja memakan makanan-makanan tersebut asal dalam jumlah yang tidak berlebihan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan Biarkan Ginjal Mengganjal

 

Apakah Anda selalu merasa cepat lelah dan lemas, padahal Anda baru sebentar saja beraktivitas? Waspadalah, mungkin Anda terkena penyakit ginjal.

Pada stadium awal, penyakit ginjal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun seiring dengan metabolisme tubuh Anda, akan terjadi penumpukan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh Anda. Kaki dan tangan Anda jadi membengkak, nafas pendek dan energi untuk beraktivitas akan menurun. Tetapi selama Anda mengikuti nasihat dari dokter, Anda dapat tetap hidup dengan sehat.

Suatu saat penyakit ginjal Anda dapat bertambah parah, di mana pada saat yang bersamaan, ginjal Anda mungkin berhenti berfungsi (disebut ESRD: End Stage Renal Disease; tahap akhir penyakit gin-jal). Saat ini, Anda hanya dapat mencegah atau menghindari terja-dinya keadaan yang demikian.

Fungsi utama ginjal adalah membersihkan darah dari sisa-sisa hasil metabolisme tubuh yang berada di dalam darah dengan cara menyaringnya. Jika kedua ginjal gagal menjalankan fungsinya (tahap akhir penyakit ginjal), sisa-sisa hasil metabolisme yang diproduksi oleh sel normal akan kembali masuk ke dalam darah (uremia).

Gagal ginjal bisa terjadi jika terdapat gangguan pada pembuluh darah vena atau sistem penyaringannya. Namun, bisa juga berasal dari masalah-masalah kesehatan yang lain, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes atau adanya masalah dengan sistem penyaringan pada ginjal (seperti pada keadaan glomerulonefritis atau penyakit ginjal polikistik). Pada kasus lainnya juga ditemukan adanya masalah pada saluran kemih.

Mengkonsumsi makanan yang tepat penting dilakukan oleh penderita penyakit ginjal. Sebab dengan terganggunya fungsi ginjal, kotoran dalam darah akan semakin menumpuk. Tergantung dari stadium penyakitnya, keadaan ini dapat menyebabkan tubuh menjadi beng-kak, mual atau muntah.
Dengan membatasi jumlah makanan dan cairan, maka sisa hasil metabolisme dapat habis dibuang oleh tubuh. Diet yang harus dijalani setiap penderita gagal ginjal akan berbeda satu dengan lainnya. Hal ini bergantung pada kondisi tubuh penderita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saran seorang ahli gizi akan sangat membantu Anda dalam memilih dan memberitahu makanan jenis apa yang dapat Anda kosumsi.

 

  1. Mengkonsumsi makanan rendah protein.
    Tubuh memerlukan protein untuk membentuk otot. Tapi bagi penderita penyakit ginjal, kelebihan protein menyebabkan gang-guan pada proses filtrasi atau penyaringan, sehingga terjadilah peningkatan sisa hasil metabolisme protein dalam darah. Anda dapat mencegah hal ini dengan mengkonsumsi makanan rendah protein.
  2. Mengkonsumsi sedikit garam.
    Garam natrium berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh Anda. Untuk mengurangi kadar garam dalam tubuh, bila Anda membeli makanan, periksalah label makanan carilah ma-kanan yang mempunyai kandungan natrium di bawah 400 mg untuk sekali makan, gunakan saus yang berkadar natrium ren-dah, dan jangan gunakan garam pengganti yang mengandung kalium.
  3. Tidak minum terlalu banyak.
    Ginjal yang normal dapat mengatur keseimbangan cairan yang masuk dan keluar dari tubuh. Jika ginjal Anda mengalami gangguan, maka akan terjadi masalah pada pembentukan urine. Anda harus membatasi konsumsi air. Sebaiknya hisaplah air jeruk lemon untuk membasahi bibir yang kering, minumlah hanya untuk mengatasi haus, dan jika Anda menderita diabetes, jagalah ka-dar gula Anda, agar Anda tidak merasa terlalu haus.
  4. Tidak mengkonsumsi fosfat.
    Makanan dari produk susu, kacang-kacangan yang dikeringkan dan coklat mengandung banyak fosfat. Jika banyak mengkonsumsi makanan ini, maka kadar fosfat dalam darah meningkat dan menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh.

 

 

Komplikasi dengan Penyakit Lainnya
Kadang-kadang penyakit ginjal mengalami komplikasi dengan pe-nyakit lainnya. Di antaranya adalah diabetes dan tekanan darah tinggi.

Komplikasi dengan diabetes menyebabkan pemanfaatan makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi tidak maksimal. Akibatnya kadar glukosa dalam darah meningkat. Hal ini bila berlangsung cukup lama akan dapat merusak pembuluh vena dan juga menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Yang harus Anda lakukan adalah mempertahankan diet yang Anda lakukan, mengontrol kadar glukosa dalam darah Anda dan usahakanlah rutin berolahraga.

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan fungsi ginjal sebagai penyaring darah menjadi terganggu. Usaha yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi konsumsi garam dan lemak sambil tetap mempertahankan diet yang Anda jalankan. Olahraga dan minum obat-obatan yang dianjurkan akan sangat membantu, perhatikan juga berat badan dan tekanan darah Anda.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: