Beranda > Tak Berkategori > Diet yang tepat bagi penderita obesitas

Diet yang tepat bagi penderita obesitas

Obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan makanan dengan aktifitas fisik, atau dengan kata lain kondisi lemak tubuh yang berlebihan, dikatakan oleh dr. Sri Sukmaniah, SpGK, saat mempresentasikan makalahnya pada acara Seminar Peran Dokter Keluarga, 25 September 2005 yang lalu.

Dengan keadaan obesitas, penderita dapat dengan mudah menderita diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya.
Beberapa faktor dapat mempengaruhi terjadinya obesitas, namun penyebab mayor adalah perubahan gaya hidup, sehingga petunjuk penanganan obesitas di fokuskan kepada faktor gaya hidup. Mengenai asupan makan atau makronutrien diet seperti lemak, gula dan karbohidrat, sampai saat ini masih diperdebatkan.

The National Institute of Health tahun 2000, mempublikasikan petunjuk selektif penanganan obesitas dengan membagi 5 kategori berdasarkan Body Mass Index (BMI)

– BMI 25-26,9 : diet dan olah raga

– BMI 27-29,9 : diet, OR dan obat (bila ada faktor penyerta)

– BMI 30-34,9 : diet, OR dan obat

– BMI 35-39,9 : diet, OR, obat dan operasi (bila ada faktor penyerta)

– BMI > 40 : diet, OR, obat dan operasi.

Faktor penyerta adalah DM, hipertensi atau penyakit kardiovaskuler lainnya.

Pengaturan diet pada obesitas
Diet pada obesitas diatur berdasarkan nutrisi yang tepat, porsi makan, dan frekuensi makan.

Diet secara ketat adalah terapi obesitas cara lama, dengan cara ini terjadi penurunan berat badan secara cepat namun dengan cepat akan kembali pada keadaan semula. pengaturan diet yang tepat adalah efektif untuk jangka panjang. Prinsip dasarnya adalah diet makanan sehat dan seimbang.

Kombinasi Low Calorie Diet (LCD) 1000-1500 kcal/day dan melakukan kegiatan fisik adalah hal yang dianjurkan untuk mempertahankan penurunan berat badan, selain itu mengurangi lemak di perut dan meningkatkan kesehatan jantung-paru. Kombinasi diet dan obat dapat membantu menurunkan berat badan jangka lama.

Low Calorie Diet (LCD)
Suatu aturan diet 1000-15000 kcal/day. Diharapkan dapat menurunkan berat badan sebanyak 8-15% selama 3-12 bulan. Manfaat diet secara LCD adalah mengurangi lemak perut. LCD direkomendasikan bagi penderita overweight atau obese.

Very Low Calorie Diet (VLCD)
Dengan VLCD dapat menurunkan berat badan secara capat, yaitu 1-1,5 kg per minggu atau 20 kg lebih setiap periode 3 bulan. VLCD lebih besar daripada LCD, namun setelah 1 tahun atau lebih penurunan berat badan tidak akan terlihat secara signifikan, berbeda dengan LCD. VLCD ini dapat digunakan bagi penderita yang memiliki BMI >30, dan harus dibawah pengawasan dokter. Diet yang dilakukan adalah 400-800 kcal/hari, meskipun demikian diet di bawah 800 kcal/hari tidak direkomendasikan digunakan jangka panjang karena berpotensial memiliki efek samping.

Menurut Prof.DR.dr. Sarwono Waspadji, SpPD-KE, penurunan berat badan 5-10% sudah mempengaruhi penurunan kadar lemak tubuh, penurunan kejadian trombosis, penurunan kejadian inflamasi dan penurunan kejadian DM.
 (idionline/KalbeFarma)

 

 

 

15 Menit Cegah Obesitas?

 

Baru-baru ini para periset dari Swiss menjelaskan bahwa olahraga ringan setiap hari, seperti jalan kaki selama 15 menit, belum cukup untuk mencegah epidemi kegemukan.

 

Jalan kaki singkat setiap hari belum cukup unutk membakar kalori untuk membakar kalori untuk mengkompensasi kenaikan berat pada mereka yang kelebihan berat badan, seperti yang dijelaskan oleh Alfredo morabia, M.D., Ph.D., dan Michael Costanza, Ph.D., pada Geneva University Hospitals di Jenewa, Switserland.

Studi ini diterbitkan dalam edisi terbaru American Journal of Public Health.Beberapa periset, menganjurkan untuk meningkatkan jarak yang ditempuh saat berjalan kaki, karena ini berarti mengurangi 100 kalori. Olahraga dapat membakar jumlah kalori setiap hari. Jadi, bagi Anda yang bisa berjalan kaki lebih jauh, berarti Anda mudah sekali membakar 100 kalori tersebut, jelas Morabia dan Costanza.”Jika tujuan spesifik dari jalan kaki adalah untuk membakar 100 kalri per hari, maka dibutuhkan sekitar 60 menit untuk jalan kaki pelan dan 30 menit untuk jalan kaki sedang atau jalan cepat,” ujar Morabia.

Dengan menggunakan data pada aktivitas fisik normal pada orang dewasa di Jenewa yang berusia 35-74 tahun, periset mengkalkulasi bahwa terdapat peningkatan jumlah kalori tambahan yang bisa dibakar bila para penduduknya menambah ekstra waktu sekitar 15-30 menit jalan kaki diantara kegiatan mereka sehari-hari.Morabia dan Costanza menemukan bahwa walau jika setiap orang dewasa bisa sukses melakukan jalan kaki 15 menit setiap hari, populasi bisa membakar rat-rata sekitar sembilan kalori ekstra per hari.

Jika semua penduduk dewasa yang berpartisipasi dalam 30 menit jalan kaki pelan, rata-rata pembakaran kalori tersebut dapat meningkat sekitar 25 kalori per harinya.Hanya dengan jalan kaki cepat selama 30 menit setiap hari, maka orang dewasa bisa meingkatkan pembakaran kalori hingga ke tingkat 100, seperti yang disimpulkan oleh para periset.Meksipun sudah ada perkiraan tersebut, Morabia masih memikirkan bahwa dengan lebih banyak jalan kaki setiap hari semua orang bisa merasakan manfaatnya bagi kesehatan. “Kebiasaan berjalan kaki bila dilakukan secara kontinu setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Tentu saja harus diimbangi dengan pengaturan pola makan yang baik.”

Sumber: Majalah HealthToday
 (idionline/NeT)

Kategori:Tak Berkategori Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: