Beranda > Diabetes > 4 Nutrisi Penting Bantu atasi Diabetes

4 Nutrisi Penting Bantu atasi Diabetes

Selain minum obat antidiabetes, terutama obat herbal, pengidap kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan pantang makanan tertentu untuk mengendalikan kadar gula darahnya.

 

Namun penting pula bagi mereka untuk memperhatikan asupan makanan dengan kandungan nutrisi yang dapat mengaktifkan kerja pankreas, pusat pengendali produksi insulin yang mengatur kadar gula darah.

Pengidap diabetes cenderung makin meningkat jumlahnya dan makin muda usia. Saat ini diabetes diperkirakan merupakan penyebab kematian paling tinggi di negara maju seperti AS diantara penyakit-penyakit non-infeksi.

Kelenjar pankreas merupakan pusat kendali kadar gula darah. Stabilitas kadar gula darah menjadi tugas bersama dari hormon insulin dan glukagon, yang dihasilkan oleh pankreas. Jika kadar gula darah berlebihan, pankreas akan menggenjot produksi insulin guna “menguras” kelebihan gula darah. Sebaliknya jika kadar gula darah merosot, pankreas akan mengedarkan hormon glukagon ke aliran darah, untuk diubah menjadi gula.

Ada dua jenis diabetes, yakni tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 muncul ketika anak-anak, akibat gangguan sistem kekebalan tubuh terhadap sel beta-pankreas yang bertugas memproduksi insulin atau terhadap penerima (reseptor) insulin dalam sel. Diabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes umum, yang muncul setelah dewasa. Bisa berkembang karena faktor keturunan dan/atau pola makan berlebihan gula dan pati rendah serat, sehingga mengacaukan mekanisme produksi insulin.

Minum obat membantu kerja insulin “menguras” gula darah berlebihan. Namun begitu pengidap tidak pula dengan pantang makanan pemicu gula darah, Meskipun sangat membantu mengendalikan kadar gula darah, dua upaya tersebut belum menyelesaikan masalah pada akarnya, yakni kekacaunan kerja pankreas. Salah satu yang dapat membantu mengaktifkan kerja pankreas memproduksi insulin adalah dengan asupan nutrisi tertentu penggiat kerja pankreas.

Jangan lupa kalium
Mineral elektrolit ini sangat baik bagi pengidap diabetes. Kalium meningkatkan kepekaan insulin, sehingga proses pengurasan gula dalam darah berlangsung efektif. Kalium juga menyusutkan risiko hipertensi dan serangan jantung pada pengidap diabetes. Bagi pengidap diabetes tergantung insulin, asupan kalium menjadi jauh lebih penting karena asupan insulin memboroskan banyak kalium.

Dalam sehari tubuh kita membutuhkan 3.500 mg asupan kalium, agar kerja seluurh organ berjalan baik. Namun umumnya kita hanya mengkonsumsi 2.500 mg. Cara termudah untuk mencukupinya adalah minum suplemen. Hanya saja, dosis yang dianggap aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sangat rendah, yakni 100 mg per sekali minum, Lebih dari itu beresiko menimbulkan gangguan lambung dan justru mempermudah terjadinya borok.

Yang paling aman adalah mendapatkan asupan kalium dari makanan. Sebuah pisang ukuran sedang, belimbung besar, atau mentimun besar mengandung 500 mg kalium. Seporsi blewah, melon hijau maupun jingga, wortel, bayam, susu skim (tanpa lemak) dan yogurth tawar (plain yogurt) menyimpan 350 mg kalium. Segelas jus jeruk segar sangat berlimpah kalium, tapi kurang disarankan diminum rutin bagi pengidap diabetes, karena kandungan gula buahnya lumayan tinggi.

Penting mendapatkan cukup magnesium
Berperan penting dalam produksi dan fungsi insulin. Defisiensi magnesium sudah sangat lumrah terjadi diantara para pengidap diabetes dan komplikasinya, seperti penyakit jantung, kerusakan fungsi mata, tekanan darah tinggi. Jika terapi magenesium disertakan dalam pengoabtan diabetes, komplikasi diabetes dapat dihindari atau diminimalkan.

Menurut Dr. Larry Resnick dari Cornell University, AS, cukup asupan magnesium dapat menggenjot respon insulin, meningkatkan toleransi gula darah, dan mencegah pelengketan dinding sel-sel darah merah. Lebih lanjut peneliti yang sudah lebih dari 20 tahun meneliti magnesium ini menyebutkan asupan magnesium penting pula dalam terapi penyakit pembuluh darah akibat diabetes.

Untuk itu, masukkan makanan sumber magnesium dalam susunan menu sehari-hari. Contohnya kacang-kacangan dan biji-bijian (kenari, almond, kacang mete, kacang tanah, pecan. brazil nut, wijen), buah kering (aprikot, kurma, kismis/sultana), alpukat, daging sapi/ayam, wortel mentah, tomat segar, jeruk, ikan terutama salmon dan tuna, kedelai dan hasil olahannya (tempe, susu kedelai, tahu), sayuran daun hijau (bayam, kangkung, sawi, brokoli, daun singkong, dll)/

Lengkapi dengan Omega-3
Dalam bukunya Diabetes and Omega-3, Donald Rudin, M.D. dan Clara Felix memaparkan hasil penelitian yang pernah diadakan di Australia pada 1993. Asam lemak esensial, khususnya asam lemak omega-3, yang juga disebut DHA, mempengaruhi sel-sel tubuh dalam merespon insulin. DHA (docosahexanoic acid, asam dokosaheksanoat) di dalam tubuh dibentuk dari ALA (alinolenic acid, asam alinolenat) yang berasal dari makanan.

Sayangnya kadar gula darah berlebihan menghalangi proses pengubahan ALA menjadi DHA. Untuk itu, pengidap diabetes diharapkan mengkonsumsi DHA siap serap yang banyak terdapat dalam ikan-ikan laut dengan kadar lemak tinggi, seperti ikan salmon, gindara, sardin, terubuk, sidat, tengiri, kembung, layang, bawal, tuna. SUmber lainnya adalah alpukat dan minyak zaitun, terutama eztra virgin olive oil. Karena DHA sangat mudah rusak, ikan sebaiknya dimasak tidak terlalu lama. Minyak zaitun lebih baik jika dikonsumsi mentah, misalnya untuk saus salad atau diminum 1 sendok per hari.

Tingatkan asupan vitamin C
Menyantap sayuran mentah sangat bermanfaat bagi pengidap diabetes, karena sayuran kita umumnya berlimpah vitamin C. SebAGAI pengecualian, daun singkong tidak disarankan dikonsumsi sayuran mentah, karena mengandung zat racun sianida. Bagi pengidap diabetes, konsumsi sayuran mentah lebih besar manfaatnya daripada buah-buahan. Sebab vitamin C dalam buah terdapat bersama gula, sedangkan dalam sauran mentah, tidak. Jika memungkinkan, sayuran mentah disantap sebagai lalap atau alad. Jika tidak, bisa diminum sarinya (dijus menggunakan juicer).

Walaupun demikian, konsumsi buah kaya vitamin C tetap baik. Beberapa buah yang berlimpah vitamin C, diantaranya jambu biji, pepaya, jeruk, sirsak, stroberi, belimbing, kedondong, nanas, rambutaan. Sebaiknya buah dikonsumsi ketika perut kosong, ditunggu 20-30 menit baru menyantap makanan utama. Makan buah dikunyah perlahan dan lebih lama, serta sedikit-sedikit, agar buah mendapatkan enzim mulut dengan baik. Sebaiknya tidak makan buah berlebihan. Jika dibuat jus, sebaiknya dicampur air masak berbanding sama.
 (idionline/NeT)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: