Beranda > Balita > Ibu Gemuk, Sulit Memberikan ASI

Ibu Gemuk, Sulit Memberikan ASI

Dua penelitian yang dipublikasikan oleh The Journal Pediatrics, menunjukkan bahwa para ibu yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan akan mendapatkan kesulitan saat harus menyusui bayinya yang baru lahir. Kegemukan disebabkan karena gagalnya sang ibu merespon hormon prolactin.

Kelahiran bayi akan memicu rangsangan kepada hormone prolactin yang berfungsi sebagai produksi air susu ibu.

Sementara penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami kegemukan dan obesitas baka mendapatkan kesulitan ketika merespon kelahiran bayi itu sebagai upaya untuk memproduksi Prolactin.

“Studi kami menunjukanbahwa wanita yang mengalami kegemukan dan obesitas memerlukan dukungan agar mereka sukses saat harus menyusui,’ ujar Dr. Kathleen M. Rasmussen dari Cornell University Ithaca.

“Dalam sejumlah praktek, sejumlah wanita memerlukan bantuan dari konsultan lactation dan memberikan jadual yang lebih dini guna mendapatkan nasehat pada hari pertama dan pekan pertama saat bayi dilahirkan.’

Sebelumnya Dr Rasmussen dan tim peneliti telah melakukan observasi kepada wanita hamil yang mengalami kegemukan dan obesitas seperti halnya Dr Ramussen melakukan penelitian kepada wanita normal dalam soal pemberian air susu ibu.

“Dalam pengamatan kami secara psikologis karakter wanita saat memberikan air susu ibu memberikan penjelasan yang pasti mengapa masa pemberian ASI itu tida lancara dan hanya berjangka pendek,’ jelas Dr Rasmussen said. 

“Kami menyarakan bahwa diperkulan upaya untuk menaikan respon prolactin pada wanita yang mengalami obesitas atau kelebihran berat badan. 

Seperti halnya Dr Rasmussen, Dr. Chris L. Kjolhede dari Bassett Healthcare Research Institute Cooperstown juga melakukan pengukuran atas kandungan konsentrasi prolactin dan progesterone sebelum dan sesudah 30 menit ketika ibu memberikan ASI.

Dr Chris L Kjolhede bahwa wanita yang mengalami kegemukan dan obesitas akan mengalami kesulitan saat hamil dimana produktifitas prolactin sangatlah rendah ketimbang wanita yang normal pada kurun waktu 48 jam ketika bayi dilahirkan.

Baik Dr Rasmussen dan Dr Chris mengatakan wanita obesitas dan kelebihan berat badan itu akan sukses memberikan ASI namun kepada mereka harus diberikan dukungan tertentu. Sumber: JAKNEWS.COM-

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: