Beranda > Asma > Pilihan Obat untuk Asma

Pilihan Obat untuk Asma

 Obat golongan agonis beta 2 aksi pendek inhalasi (semprotan) sangat manjur untuk mengatasi serangan asma akut. Tetapi, pada penderita asma yang sering kambuh sebaiknya digunakan agonis beta 2 aksi lama dikombinasikan dengan kortikosteroid inhalasi.

Hal itu dikemukakan para ahli alergi imunologi yang berbicara dalam salah satu sesi “The First Symposium Cardiovascular Respiratory Immunology from Pathogenesis to Clinical Application” yang diselenggarakan Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sabtu (23/3).

Dalam simposium yang berlangsung sampai Minggu kemarin itu dibicarakan pelbagai informasi terbaru di bidang kardiologi, pulmonologi, serta imunologi oleh para pakar di tiga bidang itu.

Asma, demikian dr Heru Sundaru SpPD-KAI dari Sub- Bagian Alergi-Imunologi Klinik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/ RSCM), merupakan penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang ditandai adanya mengi episodik, batuk, dan rasa sesak di dada akibat penyumbatan saluran napas.

Agonis beta 2 aksi pendek, seperti salbutamol, fenoterol, dan terbutalin telah lama dikenal dalam pengobatan asma. Obat golongan ini sangat efektif, cepat, dan aman untuk mengobati serangan asma akut. Tetapi, untuk pengobatan jangka panjang dapat meningkatkan reaktivitas bronkus. Bahkan, ada laporan bisa meningkatkan kematian akibat asma, meski laporan ini masih diperdebatkan.

Panduan pengobatan asma yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, agonis beta 2 aksi pendek hanya dipakai untuk mengobati dan mencegah serangan asma akut, serta dipakai secara terbatas. Agonis beta 2 tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang, kecuali disertai kortikosteroid inhalasi.

Akhir tahun 1980 diperkenalkan agonis beta 2 aksi lama, seperti salmeterol dan formoterol. Berbeda dengan agonis beta 2 aksi pendek, pemakaian jangka lama agonis beta 2 aksi lama tidak meningkatkan reaktivitas bronkus, namun justru mampu menurunkan kematian akibat asma.

Kortikosteroid

Sejak asma dinyatakan sebagai penyakit inflamasi kronik saluran napas, kortikosteroid inhalasi digunakan sebagai tulang punggung pengobatan asma. Sebagai anti-inflamasi, kortikosteroid berfungsi mencegah gejala asma, menurunkan hipereaktivitas saluran napas, dan menurunkan kekambuhan mendadak. Kortikosteroid dikombinasikan dengan bronkodilator (pelega tenggorokan) yang berfungsi memperbaiki fungsi paru dan mengurangi beratnya gejala asma.

Heru menepis kekhawatiran adanya efek samping kortikosteroid, seperti pengeroposan tulang, gangguan ginjal, dan lambung. “Kortikosteroid yang digunakan bukan oral (ditelan), melainkan semprotan langsung ke tenggorokan. Dosisnya sangat minimal. Jadi, tidak ada paparan kortikosteroid ke organ lain. Berbeda dengan kulit yang terancam mengalami atrofi (lisut jaringan), tidak pernah dilaporkan adanya atrofi pada tenggorokan. Kalaupun ada efek samping, hanya kecenderungan mudah terkena candidiasis (jamur). Tapi, pengobatannya mudah. Dengan obat antijamur mikostatin bisa sembuh,” jelas Heru.

Hal senada dikemukakan Prof Dr dr PG Konthen dari Sub-Bagian Alergi Imunologi Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr Sutomo. Dikatakan, penggunaan kortikosteroid paling rasional dalam penatalaksanaan asma, karena gangguan utama pada asma adalah proses peradangan. Selain itu, juga diberikan bronkodilator dan antikolinergik.

Prof Dr dr Karnen Baratawidjaja SpPD-KAI dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam mengingatkan, pada beberapa penderita asma yang lama terjadi obstruksi (penyumbatan) saluran napas yang menetap meski pasien tidak merokok dan mendapat terapi agresif berupa bronkodilator dan anti-inflamasi.

Hal ini diduga terjadi karena perubahan struktur saluran napas yang disebut remodelling akibat rangsangan inflamasi kronis. Karena itu, petanda remodelling perlu diketahui agar obstruksi menetap dapat dicegah.

Jakarta, Kompas

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: