Beranda > Asma > Penderita Asma Tetap Bisa Puasa

Penderita Asma Tetap Bisa Puasa

Jakarta, Kompas – Penderita asma tak perlu khawatir berpuasa. Kini tersedia obat bersifat long acting (berdaya kerja lama). Selain itu, kekambuhan asma bisa diprediksi sehingga bisa dilakukan tindak pencegahan. Hal itu dikemukakan dr Tjandra Yoga Aditama SpP, Rabu (13/10).

Asma adalah gangguan kronis pada paru yang ditandai dengan sesak napas. Penderita asma memiliki saluran napas yang sangat sensitif.

Saluran napas bereaksi dengan cara menyempit atau mengerut jika teriritasi sehingga menyulitkan keluar-masuknya udara. Gejala asma bisa berupa bersin-bersin, batuk, napas pendek, serta dada sesak.

Pemicu serangan asma antara lain udara dingin, debu, asap termasuk asap rokok, serta gejolak emosi maupun keletihan. Adapun penyebab asma bisa alergi (terhadap serbuk sari, kotor binatang, tungau, dan jamur) atau infeksi saluran napas.

“Para penderita asma sering menyatakan kekhawatirannya untuk berpuasa karena khawatir jika sewaktu-waktu kambuh dan perlu menggunakan inhaler (obat semprot) yang dianggap bisa membatalkan puasa,” ujar Tjandra.

Namun, kekhawatiran itu tak perlu. Bahkan, penderita asma yang perlu minum obat tiap hari pun tetap bisa berpuasa karena ada obat berdaya kerja lama, yaitu 12 jam sampai 24 jam, sehingga cukup dipakai sekali atau dua kali sehari.

Kekambuhan asma bisa diprediksi menggunakan peak flow meter. Seyogianya penderita memiliki alat ini di rumah. Alat yang ditiup ini mengukur arus puncak ekspirasi (embusan napas). Jika kemampuan tiup menurun, pertanda asma akan kambuh sehingga penderita bisa mencegah dengan menggunakan obat.

Obat asma, lanjut Tjandra, ada dua macam. Pelega yang digunakan jika seseorang kambuh asmanya. Obat ini bisa berbentuk semprotan maupun tablet. Juga ada obat pengontrol yang digunakan dalam jangka waktu tertentu agar tak terjadi serangan asma atau untuk mencegah kekambuhan. Umumnya, obat jenis ini berbentuk semprotan.

Menurut Tjandra, penting bagi para penderita asma untuk mengenali penyakitnya serta memahami jenis dan daya kerja obat asma. Dengan demikian, penderita mampu mengenali gejala kambuh serta meningkatkan dosis obat jika dosis biasa sudah tidak mempan.

Jika ada keraguan, sebaiknya menjelang puasa, penderita berkonsultasi dengan dokter dan menanyakan semua hal yang ingin diketahuinya.

Hal yang penting juga adalah kecukupan makan dan gizi seimbang sehingga puasa tidak menimbulkan kekambuhan serta tidak menurunkan daya tahan tubuh. (ATK)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: