Beranda > Asma > Pemakaian Obat Isap Berisiko bagi Penderita Asma

Pemakaian Obat Isap Berisiko bagi Penderita Asma

 

Penderita asma yang kerap menggunakan obat isap harus berhati-hati. Pemakaian untuk jangka pendek dalam rangka menghilangkan sesak napas memang boleh-boleh saja, namun pemakaian untuk jangka panjang mengandung risiko, yakni terjadinya kekebalan tubuh terhadap obat tersebut.

Menurut dr Eddie Soeria Soemantri, dokter bagian pulmonologi/ilmu penyakit dalam pada Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Rabu (9/2), penderita asma harus berupaya menghindari penggunaan obat isap untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengobatan yang hanya untuk menghilangkan gejala sesak napas atau pengobatan secara kuratif, menurut Eddie, dalam pemakaian lama dapat menyebabkan kerusakan paru dan penyempitan saluran napas yang menetap, karena terjadi emfisema paru. Sesak napasnya akan bertambah berat dan menetap, tidak sembuh lagi.

Bicara soal penyakit asma bronkiale yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan secara tuntas atau 100 persen-sehingga disebut juga penyakit menahun/kronis-menurut Eddie, pada dasarnya dapat sembuh meski tidak seratus persen, asalkan si penderita mau berobat secara teratur sesuai anjuran.

“Banyak penderita Asma di Bandung pergi ke dokter sekadar untuk menghilangkan sesak napas yang saat itu dideritanya, dan setelah sembuh ia beranggapan penyakitnya sudah sembuh. Padahal bila ada pencetus sesak datang mengganggunya, maka sesaknya akan muncul kembali,” papar Eddie.*

Bandung, Antara

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: