Beranda > Asma > Mengenai Obat-obat Asma

Mengenai Obat-obat Asma

KELUARGA kami akrab dengan asma. Saya menderita asma sejak umur 18 tahun. Sekarang anak saya sudah tiga orang. Sampai umur 36 tahun saya masih mendapat serangan asma sekitar sebulan sekali. Saya juga menderita pilek alergi sehingga hampir setiap pagi bersin-bersin.

Anak sulung saya, umur 12 tahun, menderita asma sejak kecil. Namun setelah umur 10 tahun serangan makin jarang dan hampir dua tahun ini tidak mendapat serangan lagi. Apakah ia masih mungkin terserang asma lagi?

Anak kedua bebas asma, tetapi yang bungsu, umur tiga tahun, ternyata batuk-batuk dan menurut dokter keluarga kami juga menderita asma.

Di rumah kami tersedia berbagai jenis obat asma seperti tablet Quibron, Berotec inhaler, Pulmicort inhaler, tablet Medrol dan kapsul Telfast. Saya ingin mendapat penjelasan tentang manfaat obat-obat tersebut.

Saya bukan ingin menyaingi dokter, tetapi bila memahami obat-obat asma rasanya kami lebih yakin dalam menggunakan obat dan tidak bingung bila terjadi serangan asma.

Kami secara teratur berobat ke dokter. Walau begitu sesekali saya dan anak saya yang terkecil masih mengalami serangan asma terutama bila setelah atau saat flu.

(Sutini, Bogor)

UPAYA Anda memahami obat-obat asma adalah hal penting. Penyakit asma merupakan penyakit kronis. Seperti pengalaman Anda dan anak Anda yang kecil, serangan asma datang berulang kali. Serangan itu mungkin terjadi pada siang hari tetapi acapkali justru malam hari.

Penderita asma sebaiknya memahami langkah-langkah yang harus dilakukan menghadapi serangan asma. Tidak jarang terjadi penderita pada saat serangan panik dan membuang-buang waktu, sehingga terlambat mendapat pengobatan.

Asma merupakan penyakit radang kronik. Karena itu pengobatan asma dapat dibagi dalam obat yang menghentikan proses radang serta obat-obat yang melebarkan pipa saluran napas. Proses radang kronik bila terus berjalan akan menyebabkan kepekatan saluran napas meningkat. Bila terjadi terus-menerus dalam waktu lama dapat menimbulkan perubahan-perubahan pada pipa saluran napas.

Jadi obat utama untuk pengobatan asma adalah obat antiradang (antiinflamasi). Dari obat-obat yang tersedia di rumah Anda yang termasuk obat antiinflamasi adalah Pulmicort inhaler dan tablet Medrol. Kedua obat ini tergolong steroid yang mempunyai aktivitas antiinflamasi.

Pulmicort inhaler merupakan steroid yang bekerja lokal di saluran napas sehingga dalam dosis biasa tidak masuk dalam sirkulasi darah. Dengan demikian dapat dihindari efek samping steroid yang mungkin timbul pada penggunaan steroid jangka panjang seperti hipertensi, peningkatan gula darah, jerawat, katarak, dan pengroposan tulang.

Tablet Medrol merupakan steroid sistemik yang amat bermanfaat sebagai obat antiinflamasi tetapi penggunaan steroid sistemik ini sedapat mungkin tidak diberikan dalam waktu yang lama. Kelebihan steroid sistemik dibandingkan dengan steroid inhaler (lokal) adalah masa mula kerjanya cepat. Biasanya untuk pengobatan antiinflamasi jangka panjang digunakan steroid inhaler sedangkan bila ada serangan asma digunakan steroid sistemik.

Pengobatan lain pada asma adalah pengobatan untuk melebarkan pipa saluran napas (bronkodilator) yang menyempit pada serangan asma. Obat Anda yang termasuk golongan bronkodilator adalah Berotec inhaler dan tablet Quibron.

Berbeda dengan steroid inhaler maka Berotec inhaler mempunyai masa kerja yang amat cepat sehingga pada serangan asma akut obat ini sudah menunjukkan manfaat setelah 5-10 menit pemakaian.

Teifast merupakan obat antihistamin generasi II yang bermanfaat untuk pilek alergik Anda. Beberapa penelitian terakhir ini menunjukkan pengobatan pilek alergik yang baik akan memberi perbaikan juga pada asma. Antihistamin generasi II disamping mempunyai efek antialergi diperkirakan juga mempunyai efek anti-inflamasi meski tidak sekuat steroid.

Sebenarnya ada obat baru asma yang bekerja sebagai antilektrin (zafirlukasi). Obat ini selain bermanfaat untuk pencegah dan pelega sesak juga dapat digunakan untuk mengurangi kebutuhan steroid.

Setelah mengenal obat-obat asma tadi maka langkah-langkah yang sebaiknya Anda lakukan bila mengalami serangan asma adalah sebagai berikut:

1. Gunakan bronkodilator inhaler (yang ada di rumah Anda Berotec)

2. Bila belum menolong tambahkan obat bronkodilator oral (Quibron).

3. Bila tetap belum menolong gunakan steroid sistemik (Medrol).

Bila tetap belum menolong Anda harus berobat ke layanan kesehatan terdekat. Makin cepat anda mendapat pengobatan makin baik.

Sudah tentu sebaiknya Anda berobat pada dokter keluarga, tetapi janganlah menggantungkan diri pada dokter keluarga saja. Bila Anda tidak berhasil menghubungi dokter keluarga Anda berobatlah pada unit darurat layanan kesehatan terdekat. Patut Anda ketahui semakin berat serangan asma akut semakin sulit diobati. Karena itu janganlah menunda-nunda pengobatan pada serangan asma.

Anak yang menderita asma sewaktu kecil sebagian akan hilang penyakit asmanya menjelang dewasa. Meski demikian saya anjurkan anak pertama anda menghindari faktor-faktor pencetus serangan asma seperti flu, kelelahan, alergi (yang sering debu rumah).

Meski ia sudah tidak mengalami serangan asma lagi, masih mungkin saluran napas anak Anda masih peka (hipersensitif) sehingga bila terpapar faktor-faktor pencetus dikhawatirkan akan menimbulkan serangan asma. Di rumah sakit yang cukup besar dapat dilakukan pemeriksaan untuk menilai kepekaan saluran napas anak Anda.

Untuk menciptakan lingkungan rumah yang kurang berisiko untuk serangan asma, Anda perlu memahami cara mengurangi debu rumah. Untuk petunjuk lebih lengkap Anda dapat menghubungi Yayasan Asma atau Yayasan Alergi Indonesia (http://www.alergi co.id).

Di samping itu bila memungkinkan sebaiknya Anda juga mengikuti kegiatan senam asma yang biasanya diadakan di rumah sakit.

  1. mel
    Oktober 7, 2009 pukul 7:56 am

    kurang lengkap

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: